Cara memilih oli mesin kendaraan

Cara memilih oli mesin kendaraan baik roda dua maupun roda empat, harus benar-benar dipahami. Selain agar umur mesin kendaraan bisa lebih awet, hal ini juga tentu akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dalam berkendara.

Agar memiliki panduan maka pada postingan kali ini, kita akan mengulas bagaimana cara menentukan pilihan dalam memilih oli mesin.

Cara Memilih Oli Mesin Kendaraan

Dalam memilih oli mesin kendaraan perlu didasari pada teknologi mesin. Kalo diperhatikan, oli mesin standar Yamaha memerlukan kekentalan 10W-40, berbeda dengan motor Honda yang bisa menggunakan SAE 10W-30.

Sebenarnya, kunci memilih oli mesin lebih didasari atas penerapan angka SAE diakhir, yakni 20, 30, 40, 50 hingga 60. Dimana semakin kecil angkanya, otomatis oli akan semakin lebih encer.

Tetapi peran angka yang ada di depan dalam oli mesin itu multigrate misalnya 0W, 5W, 10W, 15W maupun 20W – ini lebih pada kemampuan oli saat mesin dalam keadaan dingin.

Karena saat mesin mencapai suhu kerjanya, maka angka di belakang lah yang lebih berperan dalam menentukan performa dari sebuah mesin.

Jadi gak terlalu penting buat iklim tropis seperti di Indonesia.

Trus… hubungannya apa nih antara kekentalan oli, di mesin motor Yamaha dengan Honda?

Seperti yang Anda ketahui, Yamaha mengadopsi teknologi diasil dengan piston forged. Penerapan teknologi inilah yang membuat Yamaha perlu oli yang lebih kental, ketimbang motor Honda yang masih menggunakan piston jenis casting.

Dari pada piston cast kandungan alloy pada piston forged lebih padat. Ini berarti dari pada piston cast, piston forged ini memerlukan clearnace yang lebih besar, sebab tingkat memuainya menjadi berbeda.

Atas dasar clerarance yang lebih besar lah, otomatis Yamaha perlu oli yang lebih kental,saat berada di suhu kerjanya.

Trus… kalo mesin Yamaha pake oli mesin dengan kekentalan 30 atau bahkan 20, bisa tidak?

Kalo berbicara bisa, sih bisa aja. Secara performa, pasti akselerasi dan konsumsi BBM bisa lebih irit, karena beban pompa oli menjadi lebih ringan. Tapi, jumlah oli akan lebih cepat susut alias berkurang. Hal ini karena oli yang encer, akan lebih mudah menyusup masuk ke dalam ruang bakar.

Begitu pula sebaliknya. Kalo pake oli mesin yang lebih kental dari batas rekomedasi pabrikan. Dalam hal ini SAE 30 untuk mesin Honda dan SAE 40 untuk mesin Yamaha, otomatis akan membuat konsumsi bensin menjadi lebih boros. Kecuali diimbangi dengan kualitas oli seperti jenis fully synthetic.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai cara memilih oli mesin kendaraan. Pastikan Anda memilih oli mesin yang tepat sehingga kendaraan akan senantiasa awet dan nyaman. Pastikan juga Anda tidak telat ganti oli mesintelat ganti oli mesin sebab hal itu dapat membuat mesin rusak.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like

Cara Memilih Pelek Racing Mobil Agar Tetap Aman dan Keren

Cara memilih pelek racing mobil harus benar-benar dipahami Anda yang hobi memodifikasi…

Daftar Harga Toyota New Avanza 2020 Terbaru, Ini Spesifikasi Lengkapnya!

Daftar harga Toyota New Avanza beserta spesifikasi lengkapnya, haruslah dipahami dengan baik,…

Harga Grand New Xenia 2020, Ini Spesifikasi Lengkapnya!

Mengetahui daftar harga Grand New Xenia 2020, adalah hal penting yang harus…

5 Jenis Lampu Sepeda Motor yang Penting untuk Dipahami

Jenis lampu sepeda motor haruslah dipahami dengan baik, sehingga penggunaannya bisa dilakukan…