full time blogger sukses

Menjadi full time blogger memang merupakan pilihan ekstrim bagi seseorang, terutama bagi yang tidak memiliki pengetahuan yang memadai seputar dunia blogging.

Begitu pun istri saya yang biasanya berkutat setiap harinya di bangku perkuliahan, dengan materi seputar perbankan syariah. Tentu bukan hal yang mudah untuk menyetujui ketika saya menawarkannya menjadi seorang full time blogger ,dibandingkan menjadi wanita karir yang menjadi dambaannya sejak SMA itu.

Berbekal keyakinan, dan pengalaman merubah penilaan negatif orang-orang terhadap aktifitas saya di dunia blogging, akhirnya saya pun perlahan-lahan mampu meyakinkannya. Ada proses panjang di dalamnya, yang mana rasa-rasanya akan cukup menarik jika dijadikan sebuah dokumenter, baik dalam film maupun buku 😀

Sebelum itu bisa dilakukan saya pun berinsiatif membuat postingan ini, harapannya selain dapat dikenang sebagai sejarah dari proses kehidupan kami, juga bisa sedikit memberi manfaat dan inspirasi. Terkhusus bagi rekan-rekan blogger tercinta.

Satu hal yang harus diingat, perjuangan saya bukan hanya dengan materi seperti membelikan beberapa perhiasan untuk istri dari Google Adsense, yang bersumber hanya dari salah satu blog saya yang masih menggunakan domain sumbangan Google yakni blogspot ^_^.

Ada yang lebih penting dari itu, dimana jika disimak dan dihayati dengan baik niscaya bukan hanya istri saya yang memiliki keyakinan dan optimis tinggi untuk menjadi blogger, namun tentu saja sobat yang membaca.

Saya sadar menjadi blogger itu tidak mudah, bukan karena penilaian negatif orang lain terhadap aktifitas kita, namun yang lebih besar justru godaan dari diri sendiri. Atas dasar itulah pada postingan sebelumnya saya juga berbagi tips merubah penilaian negatif orang terhadap aktifitas blogging kita, dimana di dalamnya juga berisi catatan untuk melawan negatif diri.

Cara Meyakinkan Istri Menjadi Full Time Blogger

Agar bisa memahami tulisan saya dengan baik, bagi sobat yang belum membaca kisah sebelumnya, sebaiknya sobat baca terlebih dahulu, yaitu “Sulitnya Bujuk Istri Tetap di Rumah, Berhasil Setelah Blog Menunjukan Hasil

Ada beberapa langkah penting yang saya lakukan untuk membuat istri menjadi yakin untuk menggeluti dunia blogging, dimulai dari pendekatan pemahaman, hingga pendekatan ilmu dan penghasilan.

Pendekatan Pemahaman dan Suri Tauladan

Teman-teman blogger apalagi yang sudah menjadi full time blogger, tentu paham bagaimana rasanya ketika sudah berada di depan komputer, maknyos banget…. Terasa asik dan tak ingin ada yang mengganggu keasikan itu. Rasanya ingin dibuat tembok kusus yang bisa ditembus hanya oleh diri sendiri, sehingga tak ada yang bisa mengganggu kenikmatan membuat konten.

Namun tanggung jawab lain senantiasa mengingatkan, sebab sebagai manusia dan kepala keluarga saya juga punya tanggung jawab lain. Hal yang sangat diperhatikan adalah kebutuhan anak, baik lahir maupun batinnya. Anak butuh sosok seorang ayah, apalagi ibunya!

Ketika anak meminta waktu, seasik apapun aktivitas yang sedang dijalani tentu harus ditinggalkan. Menemainya main, jalan-jalan melihat kerbau tetangga, menuntunya naik mobil-mobilan, hingga naik mobil sungguhan punya tetangga 😀

Begitupun saat istri meminta shopping ke mall, tentu saja suami siaga selalu sigap. Baik sigap waktu maupun materi. Dari perhatian inilah perlahan tapi pasti saya mulai memberinya pemahaman, bahwa orang-orang yang kita cintai bukan hanya butuh materi, waktu kebersamaan tak bisa dinilai dengan materi sebanyak apapun.

Dalam sebuah riwayat ath Thabrani dari an-Nu’man bin Basyir Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda:

“Berlaku adilah kalian terhadap anak-anak kalian…….”

Banyak orang menyalahkan sosok anak yang ketika dewasa lupa mengunjungi orang tuanya, bahkan menanyakan kabar via ponsel pun tidak. Mirisnya pas lagi lebaran, anak-anak yang lain ada, tapi anak sendiri tak kunjung menemuinya. Boleh jadi dahulu kala ketika masih usia anak, orang tuanya tak punya banyak waktu untuk anak-anaknya karena saking sibuknya bekerja.

Ini pasti akan sangat terasa, ketika kita sudah sangat tua. Ingin berbagi cerita dan berkeluh kesah pada anak, maupun meminta ide dan pendapatnya bahkan hingga perhatiannya namun ia sangat sibuk kerja.

Salah satu cara mendekatkan anak pada orang tua adalah dengan memberinya waktu yang cukup, memberikannya waktu bermain bersama yang memadai sehingga kita bisa memantau segala hal terkait tumbuh kembangnya.

Dalam Shahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, yang artinya :

Seseorang datang menghadap Rasulullah Shallahu ‘alayhi wa Sallam dan bertanya, “Siapa orang yang paling berhak untuk aku jadikan sebagai teman baik?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Bapakmu.”

Mencari Nafkah Adalah Tugas Suami

cara menjadi full time blogger
Contoh aktivitas anak yang perlu didampingi orang dewasa, dekat mesin laminating maupun peralatan listrik lainnya

Saya berkata pada istri saya ” Sayang keutamaan wanita itu sangat banyak, izinkalh aku saja yang mencari nafkah agar sedikit saja bisa mengimbangi keistimewaanmu.

Ada banyak sekali keistimewaan wanita itu, diantaranya seperti wanita sholehah itu lebih baik dari pada 70 pria sholeh, wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama Rasulullah di dalam surga, surga di bawah telapak kaki ibu, perempuan yang sholat 5 waktu, berbuasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta suaminya bisa masuk surga dari pintu mana saja, dan masih banyak lagi keistimewaan wanita yang lainnya.

Sementara motivasi saya untuk bisa mencari nafkah secara maksimal adalah sebagai berikut:

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

Rasulullah Shalallu ‘alayhi wa Sallam bersabda, “Satu dinar yang engkau infakan di jalan Alla, satu dinar yang engkau infakkan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu; yang paling besar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.”

Ad-Dailami meriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu  yang artinya “Mencari nafkah yang halal hukumnya wajib atas setiap muslim.”

Al-Qudha’i meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiuallhu ‘anhuma dan Abu Nu’aim dalam kitab Hilyatul Auliya yang artinya “Mencari nafkah yang halal adalah jihad.”

Selain agar bisa mempercayakan urusan nafkah pada saya sebagai kepala keluarga, saya juga ingin istri saya benar-benar fokus pada anak. Khususnya dalam hal mendidik dan mengarahkannya agar gemar berbuat kebaikan dan menjalankan ibadah.

Dari Ibnu Umar radhiyallhu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda:

“Setiap kalian adalah pengembala dan setiap kaliam bertanggung jawab atas gembalaannya. Seorang pemimpin adalah penggembala dan dia bertanggung jawab atas gembalaanya. Seorang laki-laki adalah pengembala di keluarganya dan dia bertanggung jawab atas gembalaannya.

Seorang wanita adalah penggembala di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas gembalannya. Seorang pelayan adalah penggembala pada harta majikannya dan dia bertanggung jawab atas gembalaannya. Setiap kalian adalah penggembala dan setiap kalianbertanggung jawab atas gemabalaannya” (Muttafaqun ‘alayh)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q.s at-Tahrim [66]:6).

Keutamaan Anak yang Harus Orang Tua Ketahui

full time blogger wanita

Cara saya memotivasi istri menjadi full time blogger sukes bukan hanya dari aktivitas blogging, namun juga ke arah banyaknya waktu bersama keluarga. Hal yang paling manjur diantaranya dengan memberinya pemahaman tentang keutamaan anak, sehingga ia semakin termotivasi untuk mendidiknya dengan sangat baik.

Biarlah saya yang kerja, ketika seorang suami yang bekerja maka rezekinya akan diberikan dari rezeki istri dan anak-anaknya sekaligus. Saya hanya perantara, rezeki kalian (istri dan anak) pasti akan diberikan Allah melalui perantara saya. Jadi janganlah risau. Berdo’alah perbanyak sholawat dan istighfar. Uruslah anak dengan baik, jika ia tidur dan ada waktu luang sholatlah agar usaha suamimu dipermudah untuk mendatangkan jalan rezeki yang banyak dan bermanfaat.

Selain kata-kata itu, saya juga memberinya pemahaman tentang keutamaan anak untuk dunia dan akhirat orang tuanya, diantaranya sebagai berikut:

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda, “Apabila seseorang meninggal dunia, terputuslah seluruh amal perbuatannya selain dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak-anak saleh yang mendoakannya.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu ia berkata yang artinya

Kami sebutkan kepada Rasulullah Shallahu ‘alayhi wa sallam tentang tambah umur. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak akan memperlambat kematian seseorang apabila sudah datang ajalnya. Tambahan umur adalah Allah memberikan karunia kepada seorang hamba berupa anak-anak saleh yang mendoakannya, sehingga doa mereka dapat menyusul di kuburnya.”

Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab al-Adab  al-Mufrad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang artinya

“Seseorang diangkat derajatnya setelah dia meninggal dunia. Dia bertanya, ‘Wahai Tuhanku, apa ini?’ Dikatakan kepadanya, ‘Anakmu memohonkan ampunan untukmu.”

Pendekatan Kehidupan Setelah Kematian

Setiap apa pun yang saya temui dalam kehidupan ini saya meyakini itu adalah tugas yang diberikan Tuhan kepada saya. Alhamdulillah sejarah mencatat banyak peristiwa terjadi dalam hidup saya, ketika kebenaran yang saya lakukan dicoba diputar balikan sehingga seoalah saya yang salah, Tuhan selalu memberikan waktunya untuk menunjukan bahwa apa yang saya lakukan adalah demi nama kebenaran dan kebaikan.

Saya percaya setiap manusia yang terlahir ke dunia ini masing-masing memiliki tugasnya masing-masing. Nabi dan Rasul pun memiliki keterampilan dan mukjizatnya tersendiri, itu semua sejalan dengan tugasnya.

Saya yang sangat senang menulis, akhirnya juga meyakini bahwa menulis adalah tugas khusus yang diberikan Tuhan kepada saya dan hamba-hamba-Nya yang lain yang memang ditugaskan dalam media tulisan.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain.” Sabda Nabi tersebut senantiasa teringat dalam hati dan sanubari saya, sehingga berupaya agar setiap tulisan yang dihasilkan bisa memberi manfaat untuk orang banyak, teristimewa jika sampai bermanfaat untuk agama.

Kembali ke hadits di atas, “Apabila seseorang meninggal dunia, terputuslah seluruh amal perbuatannya selain dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak-anak saleh yang mendoakannya.”

Sungguh saya sangat berharap setiap tulisan yang dibuat bisa dinilai sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Dimana ia dapat memberi manfaat sekali pun penulisnya sudah tidak ada lagi di dunia. Jadi lengkaplah sudah, jika kita mampu menjadi perantara untuk menjadikan anak kita menjadi anak yang sholeh, maka ketiga keistimewaan itu akan kita dapatkan.

Pendekatan Ilmu dan Keterampilan

Tidak mudah memang menulis jika kita tidak mau berusaha untuk memulai dan membiasakannya. Rasa pesimis diri juga sering mudah muncul bagi para pemula yang sebelumnya tidak gemar menulis.

Dalam hal ini saya hanya mengajarkan istri untuk menulis seperti halnya kita sedang bercerita kepada teman dekat. Tulislah saja apa yang ingin disampaikan tak perlu memikirkan SEO dan lainnya, menulisah senyaman-nyamannya. Setelah merasa nyaman dan senang barulah pahami cara menulis dengan teknik SEO dan lainnya.

Pendekatan Penghasilan

Pendekatan penghasilan merupakan salah satu trik jitu untuk membuat seseorang optimis menjadi seorang full time blogger. Itulah kenapa saya sering memperlihatkan istri akan penghasilan Adsense, terutama ketika kita sedang berada di luar rumah seperti mall, kampus dan lainnya, namun penghasilan Adsense naik.

Hal ini semata-mata ingin menunjukan kepadanya bahwa blog adalah sebuah aset yang sangat berharga, ia adalah tabungan yang sangat berarti. Dimana setelah memiliki banyak konten, sekali pun tidak ada waktu menulis maka blog akan tetap bisa memberikan penghasilan setiap waktunya.

Meski kala itu saya hanya mengandalkan Adsense itu sumber penghasilan blog, tapi saya optimis mengatakan pada istri bahwa Adsense hanyalah penghasilan sampingan. Saat itu saya memang sudah mengetahui ada banyak sumber penghasilan blog, setidaknya ada 18 yang saat itu diketahu, dan sekarang jumlahnya sudah lebih dari itu.

Keutamaan Seorang Blogger

Keutamaan menjadi seorang full time blogger sebenarnya sangat banyak, diantaranya adalah sebagai berikut:

Berbagi Kemanfaatan

Di atas sudah dijelaskan bahwa dengan menjadi blogger kita bisa berbagai ilmu dan kemanfaatan lainnya dengan orang banyak melalui tulisan.

Selain berbagi kemanfaatan akan hal itu, Alhamdulillah kita juga bisa berbagi rezeki dengan orang lain. Selain bisa beramal kepada yang membutuhkan, kita juga bisa menggunakan uang hasil blogging untuk membeli artikel, mempekerjakan tim dan lain sebagainya.

Menjalin Persaudaraan Tanpa Batas

Saya sudah membuktikan dengan menjadi blogger kita memiliki pergaulan yang luas. Memiliki banyak teman lintas daerah di Indonesia, bahkan hingga lintas negara. Semua itu karena kita merasa ada kesamaan hobi, maupun karena pembaca yang menaruh kepercayaan terhadap blog dan diri kita.

Ada banyak manfaat blog lainnya seperti ajang aktualisasi diri, menambah wawasan, menjadikan kita manusia yang up to date, dan lain sebagainya.

Saya Tidak Melarang Istri Menjadi Wanita Karir

full time blogger Indonesia

Mas kok sampean ngoyo banget ingin istri jadi full time blogger? Nggak juga sobat. Saya hanya ingin menunjukan istri tentang dunia kerja, dan mengisi waktu di rumah dengan hal-hal manfaat.

Jika kelak dia ingin menjadi wanita karir saya tidak melarang, selama tugasnya sebagai seorang ibu dan istri tidak diabaikan. Saya tak menuntut istri saya menjadi apa yang saya mau, saya tetap memprioritaskan untuk dirinya bisa menjadi diri sendiri.

Saya yakin 1000 persen, setelah dia benar-benar menganal dunia blogging dan bisa memperoleh penghasilan, sekali pun dia memutuskan kerja di luar, insya Allah tidak akan lama. Sebab profesi blogger telah menempanya menjadi pribadi mandiri yang bisa bekerja sesuka hati dengan mengeluarkan segenap kemampuannya secara optimal.

Bekerja di luar biasanya akan terkekang aturan, dimana akan membuat jiwa-jiwa merdeka seperti saya merasa tidak nyaman 😀

Penutup

Hanya ini cerita yang bisa saya sampaikan, jika ada hal lain yang ingin diketahui silahkan bisa menggunakan kolom komentar. Semoga yang saya tulis bisa bernilai amal ibadah.

Demikian cerita saya mengenai cara meyakinkan istri menjadi full time blogger, semoga bermanfaat dan menginspirasi, baik untuk yang sudah berkeluarga maupun yang masih singel, yang sudah bertunangan maupun yang masih jomblo 😀 I (Sumber Dalil : Abdul Hafizh Suwaid Muhammad Nur. 2009, Prophetic Parenting; Cara Nabi Saw Mendidik Anak, Yogyakarta: Pro-U Media)

4.2 6 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
16 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arif Rudiantoro
4 months ago

Semangat Mas, Blogger yg Selalu pokoknya hehe

sabda awal
4 months ago

wah menarik mas, kalau dari pendekatan penghasilan bisa cukup efektif untuk meyakinkan istri jadi full time blogger. saya juga lagi berusaha ke arah sana. tapi apa daya terkadang google adsense ga sesuai harapan, hihi meskipun masih dapat beberapa ratus ribu setiap bulan.

Kisna Hafizh
4 months ago

Artikelnya sangat menarik mas…

Selama COVID-19 ini sebetulnya saya punya waktu banyak, tapi susah banget cari topik untuk menulis atau mengupdate di blog..

padahal waktu yang terbuang sia-sia karena mager itu banyak banget haha.

teguh
4 months ago

terimakasih mas artikelnya sangat bagus dan menarik.Memberikan semangat kepada kita semua bahwa menulis artikel dan ngeblog itu banyak manfaatnya dan tentu jika di tekuni dengan serius akan menghasilkan pundi-pundi uang

ikrom
4 months ago

Subhanallah mas

aku ternganga dengan ulasanmu’

semoga berkah ya ngeblog

aku juga pingin punya istri yang full time blogger aja

sekalian mendidik anak di rumah

salam

Fanny_dcatqueen
4 months ago

Mas, aku jd agak semangat setelah baca ini. Awal may kemarin aku baru submit resignation letter setelah 13 THN bekerja di perusahaan skr :). Awalnya ada banyak orang2 yg ga yakin kalo aku bakal betah jd ibu RT. Jujurnya, aku sendiri ga yakin kok :p. Tapi mungkin Krn jenuh dan udh ga sesuai Ama kerjaan skr, aku mantap mutusin utk berhenti dan fokus di rumah untuk anak2. Setelah baca ini, dan ttg pahala serta rezeki keluarga melalui suami, insyaallah aku yakin kalo langkahku ini udh bener :). Blogku skr, memang blm aku monetisasi walopun banyak tawaran untuk itu. Tapi setelah… Read more »

Detatang Kamal
Admin
4 months ago

Alhamdulillah terimakasih mba nya, berarti Allah telah memberi hidayah😊

Riska yunianti
18 days ago

Menginspirasi sekali mase,,,,terima kasih sudah membimbing dengan sabar, semoga nanti saya juga bisa jadi full time blogger yang sukses dan bermanfaat aamiin
Oh iya,,saya juga sudah baca propethic parenting terbitan pro-U media, sangat menarik,,

You May Also Like