Hai sahabat apa kabar? Sebelum membahas materi seperti biasa saya mau sedikit cerita, boleh kan?

Ada yang pernah nonton film Wali Songo? Pernah dong ya? Dari banyaknya kisah para wali mana yang paling kamu sukai?

Saya sendiri paling suka dengan kisah Kanjeng Sunan Kali Jaga. Menyentuh sekali bukan? Berbagai kisah tertulisnya juga banyak yang inspiratif. Terutama tentang cara dakwah beliau yang melakukan pendekatan budaya, dan aktivitas masyarakat.

Dalam kisah kanjeng sunan juga banyak menceritakan tentang ilmu kanuragan. Memang selain budaya, ilmu kedigdayaan sangat kental di masyarakat kita.
Meski tidak setenar dulu, sampai sekarang pun tak sedikit yang mempelajarinya.

Semua wali dikisahkan memiliki kemampuan tingkat tinggi dalam hal ilmu kebatinan. Wajar memang, karena buah dari kesalehan memang doa bisa segera diijabah. Doa yang cepat dikabul inilah yang membuat masyarakat banyak yang percaya.

Inilah salah satu alasan saya jadi blogger. Dan niat ini pula yang membuat saya selalu mampu menghasilkan banyak tulisan setiap hari.

Mau tahu kenapa? Simak terus ya jangan berkedip 😀

Dalam berdakwah menyebarkan nilai-niali ketuhanan para wali melakukan pendekatan sesuai zamannya. Mendekati masyarakat sesuai kebiasaan dan kesukaan masyarakat, merupakan cara pendekatan yang sangat ampuh.

Islam bisa menyebar dengan pesat salah satunya karena itu. Saya tahu kawan-kawan ada yang non muslim. Namun jika membaca ini dengan seksama, saya yakin akan lebih mudah dalam mengelola blog. Terutama dalam membuat konten.

Satu pertanyaan yang harus direnungkan, kenapa Islam bisa benar-benar di terima di tanah air?

Selain melalui pendekatan di atas, para wali juga melakukan pendekatan hati. Baik melalui sikap baik, tutur kata, dan lain sebagainya.

Seandainya menentang semua aktifitas masyarakat yang mayoritas bertentangan dengan aqidah, maka tentu akan dijauhi. Mana mungkin mereka mau mendengar ajakan jika di dalam hatinya penuh kebencian.

Keluhuran budi melalui sikap dan bicara yang penuh kasih sayang, telah mampu menumbuhkan cinta yang begitu dalam. Dengan cinta tersebut maka pembicaaran akan selalu didengar. Sesuatu yang salah pun ketika diluruskan menjadi lebih mudah diterima.

Cinta menumbuhkan kepercayaan yang sangat kuat. Dimana selain mampu mengundang banyak jamaah, juga membuat mereka selalu rindu untuk mendengar kajian agama dari yang dicintainya.

Wayang vs Blog Mungkinkah?

kursus blog terbaik

Zaman dulu kanjeng Sunan Kali Jaga menggunakan media wayang untuk berdakwah. Tujuan utamanya agar apa yang disampaikan lebih mudah menjangkau banyak orang.

Selain karena wayang adalah kesenian yang sangat digemari. Masyarakat juga akan menyimak dengan baik apa yang disampaikan dalang. Berbeda jika dakwahnya hanya dilakukan di tempat ibadah.

Mayoritas mereka adalah orang-orang yang sudah memiliki nilai-nilai keimanan. Dalam kesenian wayang akan lebih mudah mendatangkan banyak orang dengan sikap dan karakter berbeda.

Mulai dari orang-orang tua yang begitu gigih mengajarkan paham animisme dan dinamisme yang dianggapnya benar. Orang-orang kaya yang angkuh dengan hartanya, orang miskin yang terus meratapi nasibnya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan ada juga para penjahat kelas kakap, seperti pencuri, hingga pembunuh sekali pun.

Menyukai kesenian ini, membuat mereka akan menyimak dengan baik apa yang disampaikan dalang. Banyak yang tak menyadari misi utama sang dalang. Yakni mengajarkan niai-nilai ketuhanan, menanamkan ketauhidan, hingga berusaha memberikan pemahaman untuk meluruskan yang salah namun selama ini dianggap benar.

Dakwah yang dikemas dengan kisah yang menarik, bahkan jenaka akan membuat penonton senantiasa senang dan nyaman apa yang disampaikan.

Wayang merupakan kesenian yang dari dulu masih tetap ada. Namun frekuensi pagelarannya sudah tak sesering dulu. Di zaman ini ada yang lebih ampuh dari wayang, dimana lebih mudah menyentuh banyak manusia sekali gus.

Coba kita renungkan berapa banyak setiap harinya manusia berselancar di jagat maya? Saat ini hampir setiap waktunya manusia menggunakan smartphone. Baru bangun tidur pun langsung mengambil smartphone, berselnacar di jagat maya atau hanya sekedar mengecek media sosial.

Dalam menanamkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan, kita bisa lebih mudah menjangkau banyak orang menggunakan media ini. Sangat tepat jika para dai memilki akun media sosial, hingga blog pribadi.

Meski YouTube merupakan sarana yang tepat, tapi bukan berarti blog tidak memiliki peranan besar. Selain lebih hemat kuota, informasi tertulis juga lebih mudah disimpan atau dibaca secara berulang-ulang.

Informasi tertulis sampai kapan pun akan senantiasa dicari dan dibutuhkan. Salah satu buktinya buku fisik masih banyak diminati meski ada dalam bentuk digital.

Jadi banggalah jika saat ini Anda jadi blogger. Melalui tulisan yang dibuat kita bisa berdakwah, menginspirasi, bahkan insya Allah bisa menjadi perantara hidayah. Biaya yang dikeluarkan pembaca juga sangat terjangkau. Cukup membeli kuota internet atau menggunakan WiFi, maka bisa membaca setiap tulisan yang kita buat.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Hermi Hidayati
Hermi Hidayati
30 days ago

sukses selalu pak guru

You May Also Like

Cara Meyakinkan Istri Menjadi Full Time Blogger Dibanding Menjadi Wanita Karir

Menjadi full time blogger memang merupakan pilihan ekstrim bagi seseorang, terutama bagi…