cara-membuat-blog
blog website toko online

Cara menulis yang mengundang banyak visitor blog, harus dipahami. Khususnya bagi Anda yang benar-benar ingin sukses di dunia blogging.

Bismillahirrahmanirrahim

Mohon izin orang yang ku hormati dan ku sayang. Menceritakan atas nama Tuhan dan kebaikan. Semoga setiap lelahmu dibalas Tuhan, dengan penuh kebahagiaan sesuai yang engkau impikan.

Meski tak engkau ucapkan, insya Allah aku paham. Bukan gemerlapnya dunia yang kau cari. Meski aku kehilangan momen.

Saat mataku berkaca menyaksikan tempat bersejarah itu telah hampir berubah total. Menjadi gedung megah yang banyak orang banggakan. Engkau memberiku isyarat bahwa tidak ada yang berubah darimu.

Tapi maaf jika aku belum bisa benar-benar tegar, momen itu terasa sangat berharga. Sampai semua tempat terekam dengan baik dalam memori ingatanku. Aku kehilangan . . .

Perhatian!!!

Ilmu di Bawah ini Hanya akan dipahami oleh hati yang tenang. Baca basmalllah, istighfar dan sholawat. Jangan terburu-buru membaca, nikmati setiap tulisan seperti halnya ketika kita sedang sholat.

Menulis yang Mengundang Banyak Visitor

Assalamu’alaikum sahabat semua

Sebelum membahas cara menulis yang mudah disukai semua orang, dan meningkatkan jumlah view. Izinkan saya sedikit cerita. Boleh kan?

Dengan cerita ini, insya Allah hatimu akan lebih hidup. Itu bekal yang sangat penting dalam menulis.

Suatu malam ketika semua orang tertidur pulas. Terdengar suara jangkrik bersahutan. Saya dan beliau berbaring menyaksikan indahnya bulan. Bintang-bintang berkelip begitu indah. Suara merdu seruling pun kadang beliau mainkan.

Dalam suatu momen beliau menunjuk pada sebuah daun.

“Lihat daun itu, warnanya hijau tapi belum tentu serat yang ada di dalamnya. Boleh jadi sudah menguning.

Perhatikan pula daun warna kuning itu. Terlihat kuning tapi boleh jadi serat di dalamnya masih sangat bagus.”

Beliau ternyata sedang mengajarkan hikmah pada saya. Bahwa jangan menilai segala sesuatunya dari penampilan.
Orang terlihat jahat belum tentu hatinya demikian, begitu pun sebaliknya.

Dengan penuh kelembutan beliau lanjutkan pembicaraan. Hmmm itulah saat-saat yang selalu saya rindukan.

Manusia itu yang paling penting bisa ngaji rasa. Percuma bisa mengaji kitab apa pun jika tidak bisa ngaji rasa.

Jleb… kata-kata singkat penuh makna. Langsung masuk ke relung hati terdalam. Bukan karena suasana yang mendukung. Tapi karena sangat menyayangi beliau yang berbicara.

Ngaji rasa, berulang teringat dalam benak saya. Itulah yang selalu saya coba terapkan dalam setiap tulisan yang sedang saya buat. Itu pula yang mendasari saya melakukan berbagai hal yang terkadang di luar logika. Khususnya dalam menolong sesama, dimana ada beberapa kisah yang cukup ekstrim.

Ah sudahlah itu tak penting untuk diceritakan. Saya khawatir nanti malah hati tak kuat lagi menahan godaan kesombongan.

Menuliskan ini pun saya berfikir berkali-kali. Setelah yakin ada manfaatnya baru saya tulis.

Jika memang ada kesombongan semoga selalu ada niat menolong sesama. Sebab saya pernah membaca suatu kisah.

Sesorang akan dimasukan ke neraka. Dia diberikan satu permintaan. Permintaan yang dimintanya ingin tubuhnya dibuat besar sampai bisa menghalangi pintu neraka. Tujuannya agar tidak ada yang bisa masuk, sebab pintu tersebut telah tertutup tubuhnya.

Kepedulian ia terhadap sesama, akhirnya menjadi perantara Tuhan Semesta Alam memaafkan seluruh kesalahannya.

Ya memang, syurga tidak bisa dibeli dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an semerdu apa pun yang kita baca. Bahkan tidak bisa ditukar dengan sholat, hingga haji yang rutin dilakukan seseorang setiap tahun.

Syurga milik Allah, hak preogratif-Nya diberikan kepada siapa pun. Terutama kepada hamba yang disayangi-Nya. Dan cara terbaik mendapatkan kasih sayang Allah adalah dengan menyayangi semua makhluk-Nya.

Bukankah sudah jelas Nabi mengajarkan

“Tidak akan disayangi orang yang tidak berkasih sayang”

Sayang bukan hanya pada keluarga maupun umat manusia. Menyayangi adalah makna sangat luas. Setidaknya menyayangi semua makhkuk ciptaan-Nya.

Dalam suatu kesempatan beliau berkata.

“Dekatilah semua manusia. Jangan jauhi mereka yang ada di jalan yang salah. Sayangi mereka. Jika kamu mampu menjadi perantar jalan hidayah maka umurmu akan panjang.

sunan kalijaga

Dan lagi, inilah salah satu motivasi saya menulis. Melihat beliau saya juga selalu teringat dengan sosok Kanjeng Sunan Kalijaga. Saya sangat menyayanginya meski tidak tahu rupanya.

Bukankah cinta memang demikian? Tanpa harus melihat pun kita bisa sangat mencintai. Sebab hakikat cinta memang datangnya dari Sang Pemilik Cinta. Itulah kenapa Baginda Nabi banyak yang mencintainya hingga kini, padahal saya dan Anda tidak pernah melihatnya.

Dalam mengajarkan ajaran yang diyakininya. Kanjeng Sunan menggunakan media yang saat itu banyak orang gemari.

Lantas apa sekarang yang banyak orang gemari. Ya salah satunya adalah internet.

Blog, YouTube dan lainnya, salah satu cara terbaik meneladani cara beliau dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

Siapakan membangun blog untuk ladang amal?

Jika siap saya yakin Allah berikan kemudahan. Mudah dalam mendatangkan trafik, mudah mendapatkan penghasilan, dan mudah menuju syurga. Insya Allah… aaamiiin.

Yuk kita rayu Tuhan Semesta Alam dengan tulisan yang kita tujukan untuk beribadah kepada-Nya.

Blog Mendatangkan Trafik Tinggi yang Bisa Dibaca Semua Orang

Suatu ketika. Disuasana malam berbeda.
Beliau berkata.

Semua Agama mengajarkan kebaikan. Yang berbuat salah itu orangnya.

Jleb. Untuk kali ini aqidah saya menolak keras. Sampai suatu ketika ada sebuah peristiwa yang mengharuskan saya merantau ke Kota Kembang.

Di sana. Di tempat saya bekerja, karyawan dan semua teman-teman saya mayoritas adalah non muslim.

Dengan bekal nasihat beliau saya paham. Berbagai aktivitas yang bertentangan dengan akidah tentu sering mereka lakukan. Saya diam, berusaha memahami dan ngaji rasa.

Saya bergaul dengan baik, menyayangi hingga dianggap soudara sendiri. Beberapa kali diajak main ke rumah bos.

Aneh memang. Saya semakin menyadari kekuatan hati. Apa pun yang dilakukan dengan hati akan sampai ke hati.

Mereka berusaha memperkenalkan agama mereka. Saya pun demikian. Herannya semua berjalan dengan mesra. Saya yakin tujuannya sama. Berusaha menyelamatkan orang yang disayanginya.

Saya baca kitab agama yang ada di rumah mereka. Berharap mereka pun mau mendengarkan saya berbicara.

Betul saja, anaknya ada yang sangat dekat bahkan penasaran dan ingin mengenal lebih jauh Islam.

Karena suatu sebab saya mencari tempat kerja lain. Salah satunya karena saya memang haus akan ilmu pengetahuan.

Menunggu ustadz sedang mengaji, kemudian meminta diangkat jadi murid untuk diajarkan ilmu agama.

Rupanya beliau harus pergi karena harus mengisi suatu acara. Saya ditunjukan jalan menuju rumahnya. Karena saya pendatang akhirnya rumah tersebut tidak ketemu.

Dalam perjalanan ini saya menemukan Islam dalam berbagai jenis pemahaman berbeda. Sempat sangat dibuat bingung. Sampai akhirnya saya berhenti dan memilih bekerja di suatu tempat. Alhamdulillah mereka sering mengadakan pengajian seperti halnya pondok pesantren.

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), karena saya melihat kata dakwah akhirnya saya mantap untuk belajar. Lama kelamaan saya yang dari kecil didik dengan lingkungan NU banyak mengalami kebingungan.

Saking bingungnya saya telpon ustadz yang ada di kampung. Beliau menyarankan saya tetap belajar, agar bisa memahami jalan pemikiran setiap orang yang berbeda.

Berbagai pengalaman dengan orang-orang non muslim, dan sesama muslim telah mengajarkan saya banyak hal. Akan toleransi, saling menghargai, hingga berbicara dan berbuat dengan hati.

Terapkan ini, insya Allah tulisan Anda disukai semua orang. Bukan hanya seindonesia bahkan bisa lintas negara.

Apakah Anda paham dengan maksud tulisan ini? Jika belum baca berulang-ulang. Jika masih belum lagi, baca pelan-pelan.

Jika masih belum paham bagi yang muslim baca setelah sholat. Bagi non muslim baca setelah ibadah.

Jika masih belum paham juga berarti kesalahan ada di saya. Mungkin saya menulis tidak benar-benar dari hati. Atau bahkan ada niat buruk atau sikap buruk di hati saya saat menulis. Berarti PR saya adalah harus bisa membersihkan hati dan pikiran saya dari hal-hal negatif, sehingga setiap tulisan yang dibuat mudah dipahami siapa pun.

Cara menulis yang mengundang banyak visitor. Cara Menulis Cepat. Kamal, 21 Juni 2020.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
You May Also Like

Cara Meyakinkan Istri Menjadi Full Time Blogger Dibanding Menjadi Wanita Karir

Menjadi full time blogger memang merupakan pilihan ekstrim bagi seseorang, terutama bagi…