Muhammad Ali Taher Palestina

Kisah Perjuangan Muhammad Ali Taher Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia!

Diposting pada

Muhammad Ali Taher Palestina saat ini menjadi perbincangan warganet Indonesia. Hal ini karena perjuangan Palestina mengingatkan pada sejarah penjajahan di Indonesia.

Selain membuat pilu, perjuangan rakyat Palestina untuk bisa merdeka sangat mengingatkan kita akan para pejuang bangsa ini. Para beliau telah berjuang demi anak cucunya bisa merasakan kemerdekaan, sehingga kita bisa hidup tenang dan nyaman hingga sekarang.

Penting untuk dipahami, bahwa para pejuang yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia bukan hanya dari negara kita saja, tapi juga dari negara-negara lain termasuk dari Palestina.

Ada beberapa tokoh Palestina yang memiliki jasa luar biasa dalam membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda. Di antara mereka adalah Muhammad Ali Taher dan Mufti Palestina As Sayyid Al Amin Al Husaini.

Sejarah Perjuangan Muhammad Ali Taher Palestina untuk Indonesia

Indonesia dan Palestina memiliki hubungan yang kuat yang telah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Salah satu tokoh yang memegang peran penting dalam hubungan ini adalah Muhammad Ali Taher Palestina, seorang raja media dan pengusaha kaya yang dengan tulus mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dilansir dari intisari.grid.id, Muhammad Ali Taher lahir pada tahun 1896 di Nablus, sebuah kota yang terletak di Tepi Barat bagian utara, sekitar 49 kilometer di sebelah utara Yerusalem, Palestina.

Nablus, yang pada tahun 72 Masehi oleh Kaisar Romawi Vespasianus dikenal sebagai Flavia Neapolis, telah menjadi pusat perdagangan dan budaya yang penting di Palestina. Ayah dari Muhammad Ali Taher bernama Aref Eltaher dan ibunya bernama Badieh Kurdieh.

Muhammad Ali Taher Palestina merupakan salah satu dari tujuh bersaudara, terdiri dari tiga perempuan dan empat laki-laki. Keluarganya berasal dari marga Jaradat yang tersebar di wilayah utara Palestina, termasuk keturunan dari marga Juhayna yang terkenal di Arab Saudi.

Karir Muhammad Ali Taher Palestina

Pada Maret 1912, Muhammad Ali Taher pindah ke Mesir. Kedatangannya pertama kali di Port Said sebelum akhirnya menetap di Kairo.

Dia memulai karirnya sebagai jurnalis di surat kabar Fata Al Arab yang berbasis di Beirut.

Muhammad Ali Taher pernah menulis artikel yang memberi peringatan terhadap niat gerakan Zionis untuk membangun negara Yahudi di Palestina.

Baca Juga: Sejarah Tembok Ratapan Yahudi di Palestina, Lengkap dan Detail!

Selain itu, dia juga mendirikan dan menerbitkan tiga surat kabar pada masa hidupnya: Ashoura, Al-Shabab, dan Al-Alam Al-Masri.

Jasa Muhammad Ali Taher untuk Indonesia

Taher terkenal karena kasih sayangnya yang besar terhadap Indonesia. Dia memiliki kedekatan yang kuat dengan para pemuda pejuang Indonesia di Timur Tengah.

Muhammad Ali Taher memiliki hubungan dekat dengan Presiden Soekarno dan Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim.

Dia secara aktif melobi negara-negara merdeka di Timur Tengah, yang tergabung dalam Liga Arab, untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.

Salah satu tindakan nyata dari kesetiaannya kepada Indonesia terjadi saat Agresi Militer II Belanda pada tahun 1948. Taher dengan tulus melepaskan semua kekayaannya demi mendukung Indonesia dalam perjuangannya. Dia memberikan semua uang yang tersimpan di Bank Arabia kepada Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, Mohamed Zein Hassan, tanpa meminta bukti penerimaan apapun.

“Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia,” ujarnya kepada Mohamed Zein Hassan.

Dianugerahi Bintang Mahaputra Apipradana

Berkat kontribusinya yang luar biasa bagi Indonesia, Muhammad Ali Taher dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana oleh Presiden Soeharto pada tahun 1973. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan dan penghormatan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Muhammad Ali Taher wafat pada tahun 1974 di Kairo, Mesir, pada usia 78 tahun. Jenazahnya dikebumikan di pemakaman keluarga Eltaher di Nablus, Palestina.

Muhammad Ali Taher memang telah menorehkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah perjuangan Indonesia. Keteguhan sikapnya, solidaritas yang tinggi, dan kepeduliannya pada nasib bangsa-bangsa lain yang berjuang untuk meraih kemerdekaan adalah bukti nyata dari kepribadiannya yang luar biasa.

Kisah perjalanan hidupnya menjadi sumber inspirasi bagi kita semua. Ketika melihat bagaimana dia tidak hanya memikirkan nasib Palestina, tetapi juga memberikan segala yang dia miliki demi mendukung Indonesia, kita dapat belajar tentang arti sejati dari solidaritas dan keberanian dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

Kisah Muhammad Ali Taher adalah cerminan dari nilai-nilai yang kita perlu teladani dalam hidup kita sehari-hari. Solidaritas, kepedulian, kesetiaan pada nilai keadilan, dan semangat dalam membela hak asasi manusia harus tetap kita pupuk dan kita perjuangkan.

Semoga kisah Muhammad Ali Taher Palestina terus menginspirasi kita untuk tetap bersatu, berjuang demi keadilan, dan menghidupkan semangat kemanusiaan dalam segala aspek kehidupan kita.