niat puasa ramadhan

Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya!

Diposting pada

Detatang.com – Niat puasa Ramadhan adalah salah satu poin penting, dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini. Ini merupakan sebuah janji seorang hamba untuk menjalankan puasa, karena Allah semata.

Niat puasa Ramadhan tidak hanya diucapkan dengan lisan saja, namun juga harus dilandasi dengan kesadaran.

Tentu kita sudah sangat akrab dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, yang artinya kurang lebih adalah bawha setiap pekerjaan itu tergantung niatnya, dan setiap otang akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya itu.

Dalam buku Puasa Syarat Rukun & yang Membatalkan oleh Saiyid Mahadhir mencantumkan mazhab Syafii. Menjelaskan bahwa umumnya niat diartikan sebagai suatu maksud untuk suatu hal disertai dengan perbuatannya.

Niat dalam menjalankan aktivitas apa pun sangat penting, sehingga tidak dianggap sia-sia dan tidak mendapatkan pahala. Segala sesuatu yang diniatkan karena Allah maka memiliki peluang besar, dinilai sebagai ibadah.

Hal yang terpenting, membaca niat sebelum berpuasa jika bisa memperoleh keridhoan Allah SWT.

Kapan Waktu yang Tepat Melafalkan Niat?

Dilansir dari detik.com, mayoritas ulama termasuk mazhab Imam Syafi’i mensyaratkan khusu untuk niat puasa Ramadhan, yaitu harus duah dilafalkan sejak malam atau sebelum masuk waktu subuh.

Dalam Kitab Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri menjelasakan bahwa niat puasa Ramadhan hendaknya dibaca mulai dari waktu malam sampai memasuki waktu shalat Shubuh.

Kedua syarat setersebut sejalan dengan hadits Nabi Muhammad SAW, yang menjelaskan bahwa syarat sahnya pyasa adalah jika sudah ada niat pada malam harinya.

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya:

“Barangsiapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya.” (HR Ad-Daru Quthni dan Al-Baihaqi).

Atas dasar itu, sebaiknya kita senantiasa melafalkan niat puasa Ramadhan setiap hari yaitu setiap selesai melaksanakan shalat Tarawih.

Namun demikian, dalam Fikih Empat Madzhab Jilid 2 Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi menjelaskan jika niat tersebut sudah terwujud ketika seorang muslim telah melaksanakan makan sahur.

Niat sahur tersebut tak akan tercipta apabila seseorang melakukan makan dan minum di waktu sahur, akan tetapi bukan dengan niat untuk melakukan puasa.

Niat Puasa Ramadhan dan Artinya

Sebagai informasi, berikut ini niat berpuasa di bulan Ramadhan lengkap dengan tulisan arab, latin, dan juga terjemahannya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta’âla.

Artinya:

Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta’ala.

Dalam laman Kementrian Agama Republik Indonesia, terdapat penjelsaan bahwa sunah hukumnya mengucapkan berpuasa dengan suara yang lantang. Selain itu, niat tersebut juga bisa diucapkan dalam hati sebagai bentuk motivasi melakukan perbuatan tulus ikhlas, Lillahita’ala.

Kata Kunci Terkait:

  • berapa hari lagi puasa
  • niat puasa ramadhan
  • doa berbuka puasa
  • niat puasa senin kamis
  • puasa 2023
  • puasa berapa hari lagi
  • niat puasa rajab

Demikian ulasan mengenai bacaan niat puasa Ramadhan. Semoga dibulan suci ini kita bisa meningkatkan iman dan takwa, sehingga semakin menghasilkan banyak amal sholeh. … Aaaamiiiin ya robbal a’lamiin…